Biografi W.E.B. Du Bois ( William Edward Burghardt Du Bois)

William Edward Burghardt Du Bois dilahirkan pada 23 Februari 1868 di Great Barrington, Massachusetts (Lewis, 1993).

Dibandingkan dengan mayoritas kulit hitam pada masa itu, Du Bois lebih beruntung karena dia bisa masuk ke Universitas Fisk dan kemudian meraih gelar Ph.D di Universitas Harvard dan sempat belajar di Universitas Berlin. Di Harvard dan Jerman, Du Bois berkenalan dengan beberapa pemikir besar pada masanya, termasuk filsuf William James dan Josiah Royce, dan Max Weber.

Du Bois pertama kali mengajar bahasa Yunani dan Latin di perguruan tinggi kulit hitam (Wilberforce). Dia mencatat bahwa : “Institusi itu tak punya sosiologi, meskipun saya menawarkan diri untuk mengajarkannya pada waktu senggang saya” (Du Bois, 1968:189). Pada musim gugur 1896 Du Bois pindah ke Universitas Pennsylvania sebagai asisten dosen dan melakukan riset tentang kaum kulit hitam di Philadelphia. Riset itu menghasilkan salah satu karya klasik dalam sosiologi awal, The Philadelphia Negro (1899/1996). Ketika proyek itu selesai, Du Bois pindah ke Atlanta dimana dia mengajar sosiologi dari 1997 sampai 1910 dan bertanggung jawab atas sejumlah laporan riset tentang berbagai aspek kehidupan Negro di Amerika (dia tak pernah memegang jabatan fakultas reguler di Pensylvania). Pada periode ini pula dia menulis memoir otobiografis pertama, dan terpenting, The Souls of Black Folk (1903/1996). Ini adalah karya sastra yang sangat personal yang juga memunculkan serangkaian poin teoritis umum dan banyak membantu dalam memahami kulit hitam Amerika dan relasi ras. Du Bois mempublikasikan sejumlah karya otobiografis selama hidupnya, antara lain Darkwater : Voice of Dawn : An Essay Toward an Autobiography of a Race Concept (1940/1968), dan The Autobiography of W.E.B. Du Bois : A Soliloquy on Viewing My Life from the Last Decade of Its First Century (1968). Tentang Dusk at Dawn, Du Bois mengatakan, “Aku menulis otobiografi yang tak sebanyak otobiografi konsep tentang ras, yang diuraikan, diperbesar, dan didistorsi dalam pikiran dan tindakanku.” (Du Bois bukannya seorang rendah diri dan seringkali dikritik karena egonya yang terlalu besar).

Saat di Universitas Atlanta, Du Bois semakin tenar dan aktif secara politik. Pada 1905 dia mengadakan pertemuan di dekat Buffalo, New York, yang menghasilkan Gerakan Niagara, sebuah organisasi hak-hak sipil internasional yang berkecimpung di dalam bidang seperti “abolisi semua perbedaan kasta yang didasarkan pada warna kulit dan ras” (Du Bois, 1986:249). Ini membentuk basis dari National Association for the Advancement of Colored People (NAACP), yang dibentuk riset dan publikasi. Dia mendirikan majalah NAACP, the Crisis, yang memuat banyak esai tentang berbagai macam isu yang berhubungan dengan keadaan Negro di Amerika. Du Bois mengambil posisi baru ini karena posisi ini menawarkan platform untuk penyebaran ide-idenya (dialah satu-satunya yang bertanggung jawab untuk opini editorial The Crisis). Selain itu, posisinya di Universitas Atlanta semakin tak bisa dipertahankan karena dia berkonflik dengan Booker T. Washington, yang telah sebagian besar pemimpin dan politisi kulit putih dianggap sebagai juru bicara untuk kulit hitam Amerika. Du Bois memandang Washington terlalu konservatif dan mau meletakkan Negro di bawah perekonomian yang didominasi kulit putih, dimana Negro hanya mendapatkan pelatihan kerja manual.

Selama setengah abad kemudian, Du Bois adalah penulis dan aktivis yang tak kenal lelah yang mewakili kasus Negro dan ras lainnya (Lewis, 2000). Dia menghadiri dan berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan di seluruh Amerika dan dunia yang membahas soal Negro pada khususnya dan ras berwarna pada umumnya. Dia mengemukakan pendapat diberbagai isu yang mendesak pada zamannya, hampir semuanya dari sudut pandang Negro dan minoritas lainnya. Misalnya, dia punya pandangan tentang kandidat presiden Negro mana yang harus didukung, apakah Amerika harus ikut PD I dan II, dan apakah Negro harus mendukung perang dan berpartisipasi didalamnya.

Menjelang awal 1930-an, bencana Depresi mengurangi sirkulasi The Crisis, dan Du Bois kehilangan kontrol atas pembangkang muda dalam NAACP. Dia kembali ke Universitas Atlanta dan ke lingkungan akademik, dan menulis, antara lain, Blac Reconstruction in America, 1860-1880 (1935/1998). Kedudukannya berlanjut sekitar satu dekade, dan pada 1944 Du Bois (yang berusia 76 tahun) dipaksa berhenti oleh pihak universitas. Di bawah tekanan, NAACP mengundangnya kembali sebagai tokoh ornamental, tetapi Du Bois menolak memainkan peran itu dan dipecat pada 1948. Ide-ide dan karya-karyanya semakin radikal selama dua dekade kehidupannya yng kemudian. Dia bergabung dan berpartisipasi di berbagai organisasi perdamaian dan akhirnya dituntut hukuman pada 1951 karena tak mau mendaftarkan diri sebagai agen asing dalam gerakan perdamaian.

Sejak awal Du Bois berharap pada Amerika dan, lebih khusus lagi, percaya bahwa Amerika dapat memecahkan masalah rasialnya secara damai dalam konteks masyarakat kapitalis. Tetapi, beberapa tahun kemudian dia kehilangan kepercayaannya kepada kapitalis dan kapitalisme, dan semakin mendekat pada sosialisme. Pada akhirnya pandangan semakin radikal dan bergeser ke arah komunisme. Dia sangat terkesan dengan kemajuan komunisme di Uni Soviet dan Cina. Pada akhirnya dia bergabung dengan Partai Komunis. Menjelang akhir hayatnya, Du Bois tampaknya putus asa kepada Amerika dan mengalihkan harapannya kepada Ghana di Afrika. Du Bois menjadi warga negara Ghana dan meninggal disana pada 27 Agustus 1963, ironisnya sehari sebelum parade di Washington. Pada saat itu Du Bois berusia 95 tahun.

Kaitan Pasar dengan Distribusi

Satu waktu coba anda perhatikan saat anda pergi ke sebuah pasar tradisional ataupun modern. Perhatikanlah kegiatan-kegiatan yang terjadi didalamnya. Banyak truk-truk yang mengangkut barang dari sentra-sentra produksi. Para kuli dengan sigap membongkar dan mengangkat barang-barang menuju tempat pemiliknya. Di sisi lain, banyak pedagang yang membeli barang dan akan dijual kembali secara eceran. Semua rangkaian tersebut sebenarnya menggambarkan bahwa dipasar banyak sekali terjadi kegiatan ekonomi, terutama kegiatan distribusi.


Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan distribusi itu ?

Distribusi merupakan menyalurkan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen. Dimana salah satu fungsi utamanya meliputi kegiatan pembelian dan kegiatan penjualan (fungsi pertukaran). Kegiatan dilakukan oleh semua pihak yang berada di pasar, baik oleh pembeli maupun penjual.

Fungsi kedua dari kegiatan distribusi yakni sebbagai penyedia fisik. Barang yang dibeli oleh pedagang tentunya tidak selalu laku dalam satu kali penjualan. Barang-barang yang tidak laku menjadi persediaan bagi kegiatan penjualan berikutnya. Persediaan barang tersebut harus disimpan sedemikian rupa agar tidak rusak, tapi tetap memberikan kemudahan kegiatan jual beli. Berbagai macam cara dilakukan pedagang untuk menjalankan fungsi ini.

Selain fungsi diatas, distribusi berfungsi pula sebagai sarana memperkenalkan barang atau jasa yang diproduksi (promosi). Dalam hal ini, distribusi memiliki tugas menimbulkan keinginan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menimbulkan keinginan konsumen salah satunya dengan memberikan diskon kepada konsumen. Melalui kegiatan ini paling tidak konsumen dapat mengenal produk-produk yang ditawarkan karena sengaja atau tidak sengaja mereka akan melihat dan membaca logo produk tersebut. Selain itu, konsumen juga merasa senang dan puas. Kalau sudah demikian tentunya keinginan komsumen untuk membeli produk yang ditawarkan akan lebih mudah ditumbuhkan.

Berasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan baha pasar memiliki hubungan yang sangat erat dengan kegiatan distribusi. Dimana pasar merupakan sarana yang paling tepat untuk kegiatan distribusi. Hal ini sesuai dengan fungsi dari pasar, yaitu sebagai sarana untuk menyalurkan hasil produksi dari produsen ke konsumen, sebgai tempat yang paling strtegis untuk memperkenalkan barang-barang hasil produksi kepada konsumen, dan sarana terjadinya interaksi antara penjual dengan pembeli dalam melakukan jual beli.

EKONOMI

Apa yang dimaksud dengan Ekonomi ?

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti keluarga, rumah tangga sedangkan (nomos) berarti peraturan, aturan, hukum. Secara garis besar ekonomi dapat diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga".

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.


Pasar

Pengertian Pasar

Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.

Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.


Jenis-Jenis Pasar

1. Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya.
Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
  • Pasar Nyata.

Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.

  • Pasar Abstrak.

Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.



2. Jenis pasar menurut cara transaksinya.

Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.

  • Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.

  • Pasar Modern

Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.


3. Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya.

Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan, pasar sayur, pasar buah, pasar ikan dan daging serta pasar loak.


4. Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi.

Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:

  • Pasar Lokal
  • Pasar Daerah
  • Pasar Nasional dan
  • Pasar Internasional

Pasar Modal

Pengertian dan Definisi

Pengertian pasar modal berdasarkan Keputusan Presiden No. 52 Tahun 1976 tentang Pasar Modal menyebutkan bahwa Pasar Modal adalah Bursa Efek seperti yang dimaksud dalam UU No. 15 Tahun 1952 (Lembaran Negara Tahun 1952 Nomor 67). Menurut UU tersebut, bursa adalah gedung atau ruangan yang ditetapkan sebagai kantor dan tempat kegiatan perdagangan efek, sedangkan surat berharga yang dikategorikan sebagai efek adalah saham, obligasi, serta surat bukti lainnya yang lazim dikenal sebagai efek.

Pasar modal adalah pasar yang dikelola secara terorganisir dengan aktivitas perdagangan surat berharga, seperti saham, obligasi, option, warrant, right, dengan menggunakan jasa perantara, komisioner, dan underwriter.


Jenis Pasar Modal

Dalam menjalankan fungsinya, pasar modal dibagi menjadi tiga macam, yaitu pasar perdana, pasar sekunder, dan bursa paralel.

Pasar perdana adalah penjualan perdana efek atau penjualan efek oleh perusahaan yang menerbitkan efek sebelum efek tersebut dijual melalui bursa efek. Pada pasar perdana, efek dijual dengan harga emisi, sehingga perusahaan yang menerbitkan emisi hanya memperoleh dana dari penjualan tersebut.

Pasar sekunder adalah penjualan efek setelah penjualan pada pasar perdana berakhir. Pada pasar sekunder ini harga efek ditentukan berdasarkan kurs efek tersebut. Naik turunnya kurs suatu efek ditentukan oleh daya tarik menarik antara permintaan dan penawaran efek tersebut. Bagi efek yang dapat memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di dalam bursa efek, sedangkan bagi efek yang tidak memenuhi syarat listing dapat menjual efeknya di luar bursa efek.

Bursa paralel merupakan pelengkap bursa efek yang ada. Bagi perusahaan yang menerbitkan efek yang akan menjual efeknya melalui bursa dapat dilakukan melalui bursa paralel. Bursa paralel diselenggarakan oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE).


Instrumen Pasar

Saham
Modal Saham Salah satu efek yang pasar umumnya dijual di pasar modal (bursa efek) adalah saham. Saham adalah tanda penyertaan modal pada suatu Perseroan Terbatas (PT).
Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah sebagai berikut :
1. Deviden : bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham.
2. Capital gain : keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham.
3. Manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas perusahaan.

Saham yang diterbitkan emiten ada 2 macam, yaitu saham biasa (common stock) dan saham istimewa (preffered stock). Perbedaan saham ini berdasarkan pada hak yang melekat pada saham tersebut. Hak ini meliputi hak atas menerima deviden, memperoleh bagian kekayaan jika perusahaan dilikuidasi setelah dikurangi semua kewajiban-kewajiban perusahaan.
Ciri-ciri saham istimewa adalah :
1. Hak utama atas deviden, artinya saham istimewa mempunyai hak terlebih dahulu dalam hal menerima deviden.
2. Hak utama atas aktiva perusahaan, artinya dalam hal likuidasi berhak menerima pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham istimewa setelah semua kewajiban perusahan dilunasi. 3. Penghasilan tetap, artinya pemegang saham istimewa memperoleh penghasilan dalam jumlah yang tetap.
4. Jangka waktu yang tidak terbatas, artinya saham istimewa yang diterbitkan mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas, akan tetapi dengan syarat bahwa perusahaan mempunyai hak untuk membeli kembali saham istimewa tersebut dengan harga tertentu.
5. Tidak mempunyai hak suara, artinya pemegang saham istimewa tidak mempunyai suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
6. Saham istimewa kumulatif, artinya deviden yang tidak dibayarkan oleh perusa-haan kepada pemegang saham tetap menjadi hak pemegang saham istimewa tersebut. Jika suatu saat perusahaan tidak membagikan deviden, maka pada periode yang lain jika perusahaan tersebut membagikan deviden, maka perusahaan harus membayarkan deviden terutang tersebut sebelum membagikannya kepada pemegang saham biasa.

Pada suatu saham terdapat 3 (tiga) macam nilai :
• Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada saham tersebut.
• Nilai efektif adalah nilai yang tercantum pada kurs resmi kalau saham tersebut diperdagangkan di bursa, sedangkan
• Nilai instrinsik adalah nilai saham pada saat diperdagangkan.

Pembedaan yang lain mengenai saham adalah :
• Saham atas nama (register stocks) adalah yang berhak atas nilai saham sesuai dengan nama yang tercantum dalam saham tersebut.
• Saham unjuk (bearer stocks) adalah orang yang memiliki (memegang) saham tersebut.
Saham unjuk relatif lebih mudah dipindahtangankan dibandingkan dengan saham atas nama.


Obligasi
Obligasi adalah surat pengakuan hutang suatu perusahaan yang akan dibayar pada waktu jatuh tempo sebesar nilai nominalnya. Penghasilan yang diperoleh dari obligasi berupa tingkat bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan penerbit obligasi tersebut pada saat jatuh tempo.
• Obligasi atas unjuk (bearer bonds) berarti pemegang obligasi dianggap sebagai pemilik atas hak obligasi tersebut.
• Obligasi atas nama (registered bonds) berarti yang berhak atas sejumlah nilai uang atas obligasi tersebut adalah sesuai dengan nama yang tertera pada obligasi tersebut.


Surat Berharga Lainnya

Option adalah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh seseorang/lembaga (tetapi bukan emiten) untuk memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham (call option) dan menjual saham (put option) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.

Warrant
adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya. Persyaratan tersebut biasanya mengenai harga, jumlah, dan masa berlakunya warrant tersebut.

Right adalah surat yang diterbitkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya (pemilik saham biasa) untuk membeli tambahan saham pada penerbitan saham baru.


Pelaku dalam Pasar Modal

Perkembangan suatu pasar modal sangat bergantung dari aktivitas pelakunya dan aktivitas lembaga-lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan pasar modal tersebut.

Emiten
adalah perusahaan yang menjual pemilikannya kepada masyarakat (go public). Ada beberapa tujuan suatu perusahaan yang go public, yaitu :
1. memperoleh tambahan dana yang digunakan dalam perluasan usaha
2. mengubah/memperbaiki komposisi modal
3. melakukan pengalihan pemegang saham.

Investor (pemodal) adalah badan atau perorangan yang membeli pemilikan suatu perusahaan go public. Dalam suatu perusahaan yang go public, investor pertama adalah pemegang saham pendiri. Sedangkan pemegang saham yang kedua adalah pemegang saham melalui pembelian saham pada penawaran umum di pasar modal.
• Pemodal perorangan adalah orang atau individu yang atas namanya sendiri melakukan penanaman modal (investasi).
• Pemodal badan (lembaga) adalah investasi yang dilakukan atas nama lembaga, seperti perusahaan, koperasi, yayasan, dana pensiun, dan lain-lain. Segala keuntungan dan risiko atas efek yang dibeli atas nama lembaga merupakan hak dan beban lembaga tersebut.

Lembaga Penunjang berfungsi sebagai penunjang atau pendukung bekerjanya pasar modal.
• Penjamin Emisi (underwriter),
• Penanggung (Guarantor),
• Wali Amanat (Trustee),
• Perantara Perdagangan Efek (Broker, Pialang),
• Pedagang Efek (Dealer),
• Perusahaan Surat Berharga (Securities Company),
• Perusahaan Pengelola Dana (Invesment Company), dan
• Biro Administrasi Efek.

Penjamin Emisi (Underwriter) berfungsi sebagai penjamin dalam penjualan efek yang diterbitkan oleh perusahaan go public. Jaminan yang dikeluarkan oleh penjamin emisi mengandung risiko jika efek yang dijual tidak Iaku dan sebaliknya akan memperoleh imbalan jika Iaku. Besarnya imbalan sesuai dengan yang telah disepakati sebelumnya. Karena terdapat risiko yang mungkin diderita penjamin emisi, maka biasanya penjamin emisi tidak mutlak menjamin penjualan efek secara keseluruhan.

Ada 4 macam bentuk penjaminan efek oleh penjamin emisi, yaitu Full Firm Commitment, Best Effort Commitment, Standby Commitment, dan All or None Commitment.

Wali Amanat (Trustee) ini hanya diperlukan hanya jika perusahaan menerbitkan efek dalam bentuk obligasi. Lembaga ini akan bertindak sebagai wali si pemberi amanat. Pemberi amanat dalam penerbitan obligasi adalah investor, sehingga wali amanat mewakili kepentingan investor.

Perantara Perdagangan Efek
(Broker, Pialang) adalah pihak yang melakukan jual beli efek yang listing di bursa efek. Pialang memperoleh balas jasa dari layanan yang ia berikan kepada investor. Layanan tersebut berupa informasi yang dibutuhkan investor untuk mengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan (financial management). Badan atau perorangan dapat menjadi perantara perdagangan efek. Badan yang dimaksud dapat berbentuk LKBB, bank, atau badan hukum berbentuk perseroan terbatas yang khusus bergerak di bidang perantara perdagangan efek. Badan atau perorangan yang ingin beroperasi sebagai perantara perdagangan efek harus memenuhi syarat bahwa badan atau perorangan tersebut berada di Indonesia, mempunyai keahlian di bidang perdagangan efek, mempunyai modal disetor minimal Rp25.000.000,00 dan harus memperoleh ijin Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Pedagang Efek (Dealer) melakukan perdagangan efek di lantai bursa. Berbeda dengan Broker, Pedagang Efek dapat membeli efek atas namanya sendiri, selain itu juga bisa memberi informasi kepada kleinnya tentang kondisi pasar modal. Walaupun Pedagang Efek ini juga dapat memperjual belikan efek selain memberi informasi kepada klien, dalam praktiknya ia harus mengutamakan pesanan kliennya. Dari aktivitas perdagangan efek tersebut, Pedagang Efek dimungkinkan untuk memperoleh keuntungan atau kerugian. Jika harga efek (saham/obligasi) yang ia jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga efek tersebut pada saat ia beli, maka pedagang efek akan memperoleh keuntungan (capital gain) dan apabila harga efek yang ia jual lebih rendah dibandingkan dengan harga efek tersebut pada saat ia beli, maka pedagang efek menderita kerugian modal (capital loss).

Perusahaan Surat Berharga
(Securities Company) bergerak di bidang perdagangan efek-efek yang tercatat di bursa efek. Perusahaan Surat Berharga ini didukung oleh tenaga profesional dalam mekanisasi perdagangan efek, seperti underwriter, broker, fund management Jadi, perbedaannya dengan Pedagang Efek (Dealer) adalah bahwa pedagang efek mempunyai aktivitas jual beli efek dan memberi informasi dan konsultasi kepada klien saja, sedangkan perusahaan surat berharga tidak hanya itu, tetapi juga menyediakan jasa profesional yang lain, seperti underwriter, fund management.

Perusahaan Pengelola Dana (investment Company) merupakan perusahaan yang beroperasi di pasar modal dengan mengelola modal yang berasal dari investor. Perusahaan pengelola dana mempunyai dua unit yang paling utama, yakni :
• pengelolaan dana (fund management), dan
• penyimpanan dana (qustodian).

Pengelola dana memutuskan efek mana yang harus dijual dan efek mana yang harus dibeli, setelah itu yang melaksanakan penjualan atau pembelian adalah penyimpan dana (qustodian). Qustodian juga melakukan penagihan bunga dan deviden kepada emiten.

Biro Administrasi Efek
berperan sebagai pihak yang melakukan administrasi yang berkenaan dengan kepentingan investor dan emiten. Jasa biro ini sangat diperlukan pada pasar modal yang telah berkembang luas. Ada beberapa kegiatan yang sering dilakukan Biro Administrasi Efek.


Adapted from “ Bank dan Lembaga Keuangan Lain"

Pasar Uang

Pasar uang (money market) merupakan pertemuan demand dan supply dana jangka pendek. Dalam pasar uang, valuta asing diperlukan untuk membayar kegiatan ekspor impor, hutang luar negeri.

Ciri-ciri Pasar Uang:
  1. Menekankan pada pemenuhan dana jangka pendek.
  2. Mekanisme pasar uang ditekankan untuk mempertemukan pihak yang mempunyai kelebihan dana dan yang membutuhkan dana.
  3. Tidak terikat pada tempat tertentu seperti halnya pasar modal.

Pelaku Pasar Uang:
  1. Bank
  2. Yayasan
  3. Dana Pensiun
  4. Perusahaan Asuransi
  5. Perusahaan-perusahaan besar
  6. Lembaga Pemerintah
  7. Lembaga Keuangan lain
  8. Individu Masyarakat
Instrumen pasar uang yang ada di Indonesia. Dahlan Siamat (2001:208):

1. Sertfikat Bank Indonesia (SBI)
Instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau bank sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan. Instrumen ini berjangka waktu jaruh tempo satu tahun atau kurang.

2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
Surat - surat berharga berjangka pendek yang dapat diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh BI.

3. Sertifikat Deposito
Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh suatu bank atas unjuk dan dinyatakan dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu. Sertifikat Deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Ciri pokok yang membedakaimya dengan deposito berjangka terletak pada sifat yang dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu jatuli temponya melalui lembaga - lembaga keuangan lainnya.

4. Commerecial Paper
Promes yang tidak disertai dengan jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang.

5. Call Money
Kegiatan pinjam meminjam dana antara satu bank dengan bank lainnya untuk jangka waktu pendek.

6. Repurchase Agreement
Transaksijual odi surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kcmbali surat-surat berharga yang dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan lebih dahulu

7. Banker's Acceptence
Suatu instrumen pasar uang yang digunakan untuk memberikan kredit pada eksportir atau importir untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing.


Indikator Pasar Uang.
Indikator pasar uaing sangat diperlukan untuk mengukur atau paling tidak mengamati perkembangan pasar uang, Indikator pasar uang meliputi:

1. Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (Rp)
Tingkat bunga yang dikenakan oleh bank terhadap bank lain dalam hal pinjam meminjam danadalam bentuk rupiah.

2. Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (Rp)
Jumlah transaksi antar bank dalam hal pinjam meminjam dalam bentuk rupiah.

3. Suku bunga Pasar Uang Antar Bank (US$)
Tingkat bunga yang dikenakan oleh bank terhadap bank lain dalam hal pinjam meminjam danadalam bentuk US $.

4. Volume transaksi Pasar Uang Antar Bank (US$)
Jumlah transaksi antar bank dalam hal pinjam meminjam dalam bentuk US $.

5. J1BOR (Jakarta Interbank Offered)
Suku bunga yang ditawarkan untuk transaksi pinjam meminjam antar bank.

6. Suku bunga deposito Rupiah (%/Th)
Tingkat bunga yang diberikan para deposan yang mendepositokan uangnya dalam bentuk Rupiah

7. Suku bunga deposito US$ (%/Th)
Tingkat bunga yang diberikan para deposan yang mendepositokan uangnya dalam bentuk US $.

8. Nilai Tukar Rupiah (Kurs)
harga suatu mata uang terhadap mata uang lainnya atau nilai dari suatu mata uang terhadap mata uang lainnya

9. Suku bunga kredit
Tingkat bunga kredit yang dikenakan bank atau lembaga keuangan lainnya kepada para kreditor

10. Inflasi
Kenaikan tingkat harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus suatu waktu tertentu

11. Indeks Harga Konsumen (IHK)
Angka indeks yang menunjukkan tingkat harga barang dan jasa yang harus dibeli konsumen dalam suatu periode tertentu.

12. Sertifikat Bank Indonesi (SBI)
Instrumen investasijangka pendek yang bebas resiko

Prinsip - Prinsip Dasar dalam Etika Bisnis Islam

1. Kesatuan (Unity)

Unit adalah kesatuan sebagaimana terefleksikan dalam konsep tauhid yang memadukan keseluruhan aspek aspek kehidupan muslim baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial menjadi keseluruhan yang homogen, serta mementingkan konsep konsistensi dan keteraturan yang menyeluruh.
Dari konsep ini maka islam menawarkan keterpaduan agama, ekonomi, dan sosial demi membentuk kesatuan. Atas dasar pandangan ini pula maka etika dan bisnis menjadi terpadu, vertikal maupun horisontal,membentuk suatu persamaan yang sangat penting dalam sistem Islam.


2.Keseimbangan (Equilibrium)

Dalam beraktivitas di dunia kerja dan bisnis, Islam mengharuskan untuk berbuat adil, tidak terkecuali pada pihak yang tidak disukai. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam (Surat Al-Maidah : 8) yang artinya : “Hai orang-orang beriman,hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah SWT,menjadi saksi dengan adil.Dan janganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.Berlaku adillah karena adil lebih dekat dengan takwa”.


3.Kehendak Bebas (Free Will)

Kebebasan merupakan bagian penting dalam nilai etika bisnis islam,tetapi kebebasan itu tidak merugikan kepentingan kolektif, kepentingan individu dibuka lebar. Tidak adanya batasan pendapatan bagi seseorang mendorong manusia untuk aktif berkarya dan bekerja dengan segala potensi yang dimilikinya. Kecenderungan manusia untuk terus menerus memenuhi kebutuhan pribadinya yang tak terbatas dikendalikan dengan adanya kewajiban setiap individu terhadap masyarakatnya melalui zakat, infak dan sedekah.


4.Tanggungjawab (Responsibility)

Kebebasan tanpa batas adalah suatu hal yang mustahil dilakukan oleh manusia karena tidak menuntut adanya pertanggungjawaban dan akuntabiliats. Untuk memenuhi tuntunan keadilan dan kesatuan, manusia perlu mempertanggungjawabkan tindakanya. Secara logis prinsip ini berhubungan erat dengan kehendak bebas. Allah menetapkan batasan mengenai apa yang bebas dilakukan oleh manusia dengan bertanggungjawab atas semua yang dilakukannya.


5.Kebenaran: kebajikan dan kejujuran

Kebenaran dalam konteks ini selain mengandung makna kebenaran lawan dari kesalahan, mengandung pula dua unsur yaitu kebajikan dan kejujuran. Dalam konteks bisnis kebenaran dimaksudkan sebagia niat, sikap dan perilaku benar yang meliputi proses akad (transaksi) proses mencari atau memperoleh komoditas pengembangan maupun dalam proses upaya meraih atau menetapkan keuntungan. Dengan prinsip kebenaran ini maka etika bisnis Islam sangat menjaga dan berlaku preventif terhadap kemungkinan adanya kerugian salah satu pihak yang melakukan transaksi ,kerjasama atau perjanjian dalam bisnis.