III. ALIRAN NEO KLASIK

Kaum Neo-Klasik banyak menyumbangkan pendapatnya terhadap teori tingkat suku bunga dan dengan demikian banyak membahas masalah akumulasi kapital. Menurutnya perkembangan ekonomi dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Adanya akumulasi kapital merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi.
2. Perkembangan itu merupakan proses yang gradual. 
3. Perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif.
4. Aliran Neo-Klasik merasa optimis terhadap perkembangan. 
5.Adanya aspek internasional dalam perkembangan tersebut. 

          Menurut Neo-Klasik, tingkat bunga dan tingkat pendapatan menentukan tingginya tingkat tabungan. Tingkat bunga juga menentukan tingginya tingkat investasi. Apabila tingkat bunga rendah maka investasi akan tinggi dan sebaliknya.Misalnya,  suatu saat teknologi mengalami perkembangan, mengakibatkan permintaan investasi menjadi meningkat. Tambahan investasi ini akan mengakibatkan tingkat bunga mengalami kenaikan dengan demikian harga-harga barang kapital juga akan mengalami kenaikan.

          Dengan demikian investasi selanjutnya dapat menurun dan hanya dilakukan pada proyek-proyek yang dianggap menguntungkan saja. Bila proyek tersebut terlaksana dan memberikan keuntungan maka permintaan investasi menjadi menurun dengan demikian tingkat bunga yang begitu rendah, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mau menabung.Menurut Alfred Marshall, investasi dan teknologi merupakan proses yang gradual dan terus-menerus. Adanya tehnik penemuan baru sebetulnya adalah merupakan suatu mata rantai atau rentetan dari penemuan-penemuan terdahulu. 

          Marshall menggambarkan pula adanya suatu keharmonisan dalam perkembangan ekonomi karena adanya internal economies dan external economies. Internal economies timbul karena adanya kenaikan dalam skala produksi yang tergantung pada sumber-sumber dan efisiensi dari pengusaha sendiri. Sedang external economies tergantung pada perkembangan industri-industri yang pada umumnya menyediakan kebutuhan-kebutuhan antar inovasi. Marshall menekankan pada sifat adanya saling ketergantungan dan komplementer dalam perekonomian. Keadaan ini yang nantinya akan memberikan suatu keuntungan dan akan mendorong sektor lain untuk berkembang.

          Suatu negara dalam perkembangan ekonomi akan mengalami tahapan-tahapan sebagai berikut : 
1. Pada awalnya suatu negara merupakan negara peminjam atau impor kapital (immatture debtor).
2. Setelah kapital tersebut memberikan hasil, mulai negara tersebut membayar deviden dan bunga atas 
    pinjaman kapital tersebut.
3. Setelah pendapatan nasionalnya meningkat terus, maka sebagian dari penghasilan tersebut digunakan 
    untuk melunasi hutang dan sebagian lagi dipinjamkan ke negara lain yang membutuhkan. Akan tetapi,   
    deviden dan bunga yang harus dibayar masih melebihi deviden dan bunga yang diterima dari negara lain.  
    Maka negara tersebut termasuk negara dengan tingkat debitur yang sudah mapan (mature debtor).
4. Akhirnya negara tersebut hanya menerima deviden dan bunga saja dari negara lain. Negara tersebut 
    sekarang sudah pada tingkat kreditur yang sudah mapan (mature creditor).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar