VI. Konsep Pertumbuhan Tidak Berimbang

      Konsep pertumbuhan tidak berimbang ini dipopulerkan oleh Hirschman yang berpendapat bahwa dengan sengaja tidak menyeimbangkan perekonomian, sesuai dengan strategi yang dirancang sebelumnya, adalah cara yang terbaik untuk mencapai pertumbuhan pada suatu negara sedang berkembang. 
      Menurut Hirschman, investasi pada industri atau sektor-sektor perekonomian yang strategis akan menghasilkan kesempatan investasi baru dan membuka jalan bagi pembangunan ekonomi lebih lanjut. Hirschman menyatakan bahwa pembangunan harus berlangsung dengan cara pertumbuhan yang menjalar dari sektor utama ekonomi ke sektor pendukungnya. Dia menganggap pembangunan sebagai suatu “rantai disekuilibrium” yang harus dipertahankan daripada dihapuskan, keuntungan dan kerugian merupakan sympton perekonomian yang kompetitif. Jika perekonomian diinginkan tetap berlanjut maka tugas kebijaksanaan pembangunan adalah memelihara tegangan, disproporsi dan disekuilibrium tersebut.

      Hirschman menyebutkan bahwa kebijaksanaan pembangunan ekonomi harus bertujuan sebagai berikut (Jhingan, 2000:192):
Mencegah rangkaian investasi convergent yang mengambil ekonomi eksternal lebih banyak daripada yang diciptakannya.
(2) Mendorong rangkaian industri divergent yang menciptakan ekonomi eksternal lebih besar daripada yang diambilnya.
Pembangunan hanya dapat berlangsung dengan cara menimpangkan perekonomian. Cara ini ditempuh dengan cara menanamkan modal dibidang overhead sosial atau kegiatan produktif langsung. Memang akan terjadi diekuilibrium, namun pada akhirnya akan terjadi penyesuaian-penyesuaian secara terus-menerus dan itu semua merupakan suatu “rantai disekuilibrium”seperti yang dikemukakan oleh Hirschman. Yang terdahulu menciptakan ekonomi eksternal sementara yang belakangan menyerap ekonomi eksternal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar