v. Teori Dualistik

Teori Dualistik masyarakat dari J.H. Boeke:
      Teorinya tentang "dualisme masyarakat" merupakan teori umum pembangunan masyarakat dan pembangunan ekonomi negara terbelakang yang terutama didasarkan pada hasil kajiannya terhadap perekonomian Indonesia. Tiga ciri manusia antara lain: semangat sosial, bentuk organisasi, dan teknik yang mendominasinya. Dua sistem sosial yang sangat berbeda, namun berdampingan. Sistem sosial yang satu tidak dapat menguasai yang lainnya, secara sepenuhnya.
• Kritik atas teori Boeke: 
  1. keinginan tidak terbatas, 
  2. buruh lepas bukan tidak terorganisasi,
  3. mobilitas penduduk,
  4. dualisme bukan khas ekonomi terbelakang,
  5. dapat diterapkan pada masyarakat Barat,
  6. bukan suatu teori tetapi deskripsi,
  7. peralatan teori ekonomi Barat dipakai di masyarakat Timur,
  8. tidak memberikan pemecahan terhadaap masalah pengangguran.

Teori Dualistik teknologi dari Benyamin Higgins:
      Dualisme teknologi berarti penggunaan berbagai fungsi produksi pada sektor maju dan sektor tradisional dalam perekonomian terbelakang. Higgins membangun teorinya di sekitar dua barang, dua faktor produksi dan dua sektor dengan kekayaan faktor dan fungsi produksinya. Sektor industri vs non industri, perbedaan produktivitas disebabkan oleh: 
  1.  modal, 
  2. penggunaan penggetahuan,
  3. organisasi.
• Kritik atas teori Higgins: 
  1. koefisien tidak tetap di sektor industri, 
  2. harga faktor tidak tergantung pada kekayaan faktor,
  3. mengabaikan faktor kelembagaan,
  4. mengabaikan penggunaan teknik penyerap buruh,
  5. besarnya dan sifat pengangguran tersembunyi tidak jelas.

Teori Dualistik finansial dari Mynt:
  1. Pasar uang terorganisir vs non terorganisir 
  2. Sektor industri dan pertanian
  3. Bunga tinggi, rentenir, tuan tanah, sistem ijon, pedagang perantara, dsb.
Dualisme Regional:
  1.  Ketidakseimbangan tingkat pembangunan antara region atau daerah karena penggunaan modal. 
  2. Ketidakseimbangan antar kota. 
  3. Ketidakseimbangan antara pusat dan daerah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar