IV. TEORI KEYNES

Teori keynes ini lebih banyak ditujukan untuk negara kapitalis maju dari pada negara berkembang. Adapun ringkasan teori dari Keynes ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
"Menurutnya pendapatan total merupakan fungsi dari pekerjaan total dalam suatu negara. Semakin besar pendapatan nasional, semakin besar volume pekerjaan yang dihasilkannya demikian pula sebaliknya. volume pekerjaan tergantung pada permintaan efektif. Permintaan efektif tergantung pada pertemuan antara barang permintaan dan penawaran yang terjadi. Permintaan efektif ini terdiri dari permintaan untuk konsumsi dan investasi. Sedang permintaan konsumsi sangat tergantung pada kecenderungan untuk berkonsumsi (MPC) yang kenaikannya tidak secepat kenaikan pendapatan".

          Perbedaan antara besarnya pendapatan dan konsumsi dapat diatasi dengan adanya investasi. Bila jumlah investasi tidak terpenuhi maka harga akan turun. Akibatnya pendapatan dan pekerjaan akan turun sampai perbedaan tersebut terpenuhi. Volume investasi ini tergantung pada efisiensi marginal dari modal dan suku bunga. Hal ini merupakan tingkat hasil yang diharapkan dari aktiva modal baru. Kenaikan dalam volume investasi akan mengakibatkan naiknya pendapatan dan selanjutnya akan meningkat konsumsi masyarakat. Hubungan antara kenaikan investasi dengan tingkat pendapatan riil dapat dijelaskan dalam proses bekerja multipler K. Bila investasi agregat naik, pendapatan akan meningkat yang besarnya adalah K kali kenaikan investasi tersebut. Atau dengan menggunakan rumus sebagai berikut : 
                Y = K I 
dan1-1/ k mewakili MPC berarti k = 1/1 - MPC.


TEORI POST KEYNESIAN 

Teori-teori yang dikemukan sejak Perang Dunia II pada umumnya mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Keynes. Pemikiran Keynes ini ditandai dengan adanya unsur-unsur dinamika dalam sistem analisis tentang proses dan perkembangan ekonomi sehingga teori Keynes ini dapat terus berlangsung dan berkembang.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar